Minggu, 17 Desember 2017

Kekuatan duplikasi dalam membangun jaringan

Kekuatan duplikasi dalam membangun jaringan
🎁THE POWER OF DUPLIKASI

Kekuatan Duplikasi ( Networking )
Sampai detik ini masih banyak orang yang kurang paham tentang apa itu bisnis jaringan.Mereka berpikir bahwa bisnis jaringan itu kurang keren, karena cuma sekedar jualan ( padahal yang namanya bisnis ya pasti jualan ), mereka pikir bisnis jaringan itu cuma suka cari2 orang ( hehehe mana ada sih bisnis yang tanpa harus cari orang ) dan mereka pikir bisnis jaringan itu bisnis yang gak modal, jadi keuntungannya juga cuma segitu2 aja.

Whats...ARE YOU SURE??
Oke deh..mungkin lbh baik kalo kita itung2an aja kali ya dan nyimak sebuah ilustrasi bisnis.

Mari berhitung matematika …
Jika Anda diberikan 2 option kontrak kerja / kontrak bisnis
berikut ini, mana yang Anda pilih ?
1). Kontrak 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, penghasilan/
bulan Rp. 100 juta.
2). Kontrak 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, penghasilan di
bulan pertama cuma Rp. 1000, tapi berlipat dua setiap
bulan. Pilih mana ????
Jawabannya :
Option I : Penghasilan Rp. 100 juta/bln x 24 bln = Rp. 2,4
Milyar
Option II :
Bulan ke
1 : Rp. 1000
2. 2000
3. 4000
4. 8000
5. 16,000
6. 32,000
7. 64,000
8. 128,000
9. 256,000
10. 512,000
11. 1024,000
12. 2 juta
13. 4 juta
14. 8 juta
15. 16 juta
16. 32 juta
17. 64 juta
18. 128 juta
19. 256 juta
20. 512 juta
21. 1 milyar
22. 2 milyar
23. 4 milyar
24. 8 milyar
Jika Anda pilih option 1, Anda kecolongan hampir 6
MILYAR !!!

Kita hanya diajari oleh guru di sekolah tentang teori2 Albert Einstein seperti rumus kekuatan bom atom spt “E=MC2″, dst.
Tetapi tidak diajarkan bahwa “kekuatan duplikasi”juga dikagumi oleh Albert Einstein, ilmuwan paling cemerlang
abad 20, ia mengatakan “Kekuatan duplikasi adalah
keajaiban dunia ke delapan”.

FINANCIAL FREEDOM ALA HOWARD SCHULTZ (pemilik Starbucks)
Bayangkan seorang pengusaha jenius Sekaliber Schultz ( ia baru dijuluki pengusaha jenius setelah sukses, tetapi saat pertama kali menawarkan ide bisnis menjual segelas kopi seharga puluhan ribu rupiah, ia diteriakin GILA dan ditolak
ratusan orang).
Ia mampu mengubah produk komoditas murah (kopi) menjadi produk eksklusif (customer-exper
ience) berharga luar biasa mahal. Ia pandai pula mendapatkan dana segar nan murah melalui GO PUBLIC. Ia pandai pula memanfaatkan media sebagai “public relation” untuk mempromosikan Starbucks. Ia pandai pula membangun partnership dengan perusahaan global sperti Pepsi, dan seterusnya.

Hasilnya LUAR BIASA. Dengan kekuatan “KONSEP DUPLIKASI”, kedai kopi pertama yang dibangun Schultz tahun 1985, menjelma menjadi lebih dari 10,000 toko ditahun 2006, tersebar di seluruh dunia. Dan terus berlipat
GANDA setiap tahun sampai sekarang.
Schultz lalu memutuskan untuk PENSIUN. Di tahun 2000, ia menggaji seorang “mandor” utk mengurus jaringan Starbucks nya di seluruh dunia. Tentu saja sang mandor disebut dengan istilah keren “CEO” bernama Orin C. Smith. Sekarang SCHULTZ sudah mencapai “financial freedom” di kelas international.
Sedangkan milyaran penduduk dunia tidak pernah mencapai “financial freedom”, walaupun hanya di kelas regional saja.

Kabar baiknya adalah kita sebagai manusia dianugrahi potensi yang sama yang sama, jika orang lain bisa, kita pasti juga bisa. Dalam bisnis jaringan / networking kita semua diperlakukan sama, menjual produk yang sama, menjalankan sistem yang sama, mendapatkan peluang yang sama dan yang paling penting kita juga selalu bekerja sama.

Jika mulai dari TUKANG BECAK tamatan SD ada yang mampu melakukannya, seorang tamatan S1 secara logika pasti bisa melakukannya dengan hasil 3 kali lipat lebih banyak
(SD ke S1 kan ada 3 tahap, yakni SMP, SMU, baru Universitas).

Mari kita ambil hikmahnya. Seandainya salah satu dari kita bisa memanfaatkan hikmah tsb dengan TAKE ACTION, semoga financial freedom bisa tercapai dalam 5
tahun mendatang….
Bila Anda bermurah hati, artikel ini bisa dikutip untuk disharing ke berbagai pihak, teman2 Anda,
rekan2 kerja, famili2, ataupun di sharing pada milis2 lainnya.
Semoga bermanfaat
Previous Post
Next Post

0 komentar: